World Kentut Contest


Ketika perayaan Thanksgiving day dirayakan penduduk Amerika,  di kota New York, panitia perayaan mengadakan kontes kentut dunia yang diikuti oleh peserta dari bermacam-macam negara termasuk Indonesia.

Mekanisme kejuaraan seperti berikut:lomba_kentut1

Di atas sebuah meja diletakkan seratus lilin. Dan tinggi meja sekitar tinggi pantat manusia. Dari jarak 1/2 meter dari meja, para peserta akan berlomba dengan mengeluarkan kentutnya. Nantinya panitia yang akan menghitung berapa lilin yang mati akibat hembusan kentut peserta. Siapa yang terbanyak dialah yang memenangi lomba. Karena hadiahnya sangat menggiurkan maka banyak peserta dari berbagai negara yang mengikutinya.

Lomba pun dimulai:

Peserta pertama dari tuan rumah seorang rocker terkenal … yang terbiasa mengedan saat tampil di panggung.. sorak sorai bergemuruh ketika si Jozzi panggilannya maju ke arena dan …. doooouuuuuuoouuuuttt!! keluarlah kentutan beriramanya.  Kemudian, Panitia menghitung lilin yang berhasil dipadamkan oleh kentut si Jozzi ini dan diumumkan pengeras suara … 41 lilin berhasil dilampauinya. Sorak sorai gemuruh para pendukung Jozzi.

Peserta berikutnya dari Jepang, pegulat Sumo namanya Kiwakuasu, maju ke arena dan “Doooooooouuuuuuuuttt.. “ . Kemudian, Panitia menghitung dan mengumumkannya … 58 lilin berhasil dipadamkan. Sorak sorai makin bergemuruh karena si Jozzi berhasil dilampauinya.

Peserta2 berikutnya dari berbagai bangsa hanya dbawah 30an lilin sehigga tak penting di ulas.

Tibalah peserta dari Rusia, seorang atlet Angkat berat yang sudah berpengalaman soal ngedan-mengedan namanya Gombalmukiof, maju ke arena dan yak. …. “DOOOOUUUUUUUUUUUUUTUTTT” kentutan-nya yang lebih berkelas, bergema dan berbobot membuat lilin yang mati melampaui peserta2 lainnya .. panitia mengumumkan 89 lilin berhasil dipadamkan oleh Gombalmukiof ini. Tampaknya dialah yang akan ditetapkan sebagai sebagai juaranya karena tidak ada peserta lagi yang mau maju. Tapi …. tiba-tiba muncul peserta dari Indonesia namanya Wakidi asal Bantul, orangnya kecil kurus dan sarungan lagi….. maka ketika panitia mengumumkan dengan sinis sebagai peserta hiburan .. gemuruh sorakan pelecehan ditujukan kepada si Wakidi ini, karena nggak meyakinkan dilihat dari perawakannya. Tapi dia tetap pede. tenang dan yakin bahwa ia akan mengalahkan semua peserta.

Maka beraksilah si Wakidi ini, sarung dibuka dan “Breeeet… breeet…. breeet … “ kentutan-nya keluar beserta ampas-2nya yang tercecer kesana kemari. Lilin berhasil padam semuanya… panitia sambil menutup hidungnya karena nggak tahan bau menghitung satu demi satu dan mengumumkan 100 llin berhasil dipadamkan dan rekor juara menjadi haknya. Ternyata si Wakidi ini sedang murus (diare) saat ikut lomba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: