Fenomena Bush dan Obama


Nama George Bush (lafal orang Jawa mengatakan “gedebus” artinya suka bohong) seolah-olah indentik dengan sepak terjang kekuasaannya. Untuk menyerang Irak laporan PBB tidak digubrisnya. Alasan adanya senjata pemusnah masal yang mendorong dilancarkannya penyerangan Irak ternyata juga tak terbukti. Tujuannya memang jelas untuk menumbangkan Sadam Husein tanpa reserve dan memojokkan umat Islam.  Ancaman teror dan teror terus menjadi senjata ampuh untuk kampanye kekuasaannya. Masyarakat AS yang notabene high educated ternyata bisa terbius oleh kampanye ini. Akhirnya dia terpilih lagi jadi Presiden AS untuk kedua kalinya.

Kini mayoritas masyarakat AS sudah tersadar dengannya setelah krisis finansial melanda negeri itu dan imbasnya ke seluruh dunia. Padahal publik Amerika mestinya sudah dari dulu tersadar dengan naiknya George Bush (gedebus) jadi presiden periode pertama kalinya. Ia menang kontroversial. Menangnya aneh bin ajaib. Suara rakyat (popular votes) kalah dari Al Gore pesaingnya. Sementara suara pemilih (electoral votes) cuma menang 1 (satu) suara saja. Kemenangannya ditentukan oleh Mahkamah Agung.

Untungnya pesaingnya Al Gore seorang yang legowo, tidak memaksa menuntut kekuasaan demi alasan menyelamatkan demokrasi. Kalo pemimpin di Indonesia kayak dia tak akan terjadi kerusuhan seperti yang timbul di Maluku Utara, Sulsel dan daerah-daerah lainnya. Mudah-mudahan tidak di Jatim. Hikmahnya untuk Al Gore namanya terus bersinar dengan kampanye Global Warming, dapat hadiah Nobel perdamaian sementara George Bush akan meninggakan kekuasaannya dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan, namanya dihujat di seluruh dunia. Calon presiden dari kubu partainya McCain dan Sarah (orang Jawa bilang Makin Parah ) juga kena imbasnya kalah telak dengan pendatang baru Barack Husein Obama.

Lha Barack Husein Obama ini anti tesis dari semua yang melekat di George Bush. Ia menang telak di hampir semua negara bagian. Rakyat Amerika memilih tanpa embel-embel Ras lagi. Ia berkulit hitam, ia tidak murni Amerika tulen karena ayahnya orang Kenya disambung ayah Indonesia. Namanya ada Muslimnya (Husein) orang yang dibenci George Bush. Dunia mengelu-ngelukannya dan banyak berharap padanya. Lucunya musuh utama George Bush Osama Bin Laden namanya mirip yang menggantikannya Obama  Bidden . Kalo George Bush mengirim tentara ke Irak, lha Obama programnya menarik tentara dari Irak sesuai dengan namanya Back to Barack . Obama juga istilah lain dari sayang istri, baca: ‘Obah, Ma’ Gedung Putih (White House) mustinya dirubah Gedung Hitam karena dari dulu penghuninya semua berkulit putih, baru kali inilah penghuninya berkulit hitam.  TUHAN MAHA ADIL untuk menunjukan siapa yang batil siapa yang mulia. Moga-moga dengan Obama dunia makin lebih baik dan romantisme dengan Indonesia masih melekat dihatinya. Salam dari Yogya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: