Kelalen – Kelupaan

20 02 2011

Wella , selama tahun 2011 ini, saya belum sempat ngungak or nengok website saya ini, apalagi posting lelucon baru – karena sedang sulit ketawa, disibukkan nyari uwik lha kok uwiknya ulit banget. Boro-boro tertawa, mau ketawa aja susah, apalagi membuat ketawa orang. Saya teringat ahli psykologi, Abraham Maslow, kalau orang disibukkan basic needs, pemikirannya nggak bisa berkembang.  Ide kreatif nggak muncul, malahan bisa terbawa ke negative thinking.  Untungnya semua ini saya sikapi dengan positif, dan selalu bersyukur kepada  Tuhan apapun kondisinya. Karena rezeki tidak musti uang. Sehat ya rezeki, pikiran tenang ya rezeki, anak senang ya rezeki, banyak teman ya rezeki, dll. Sedangkan uang atau duit artinya doa-usaha-iklas-tawakal artinya meskipun duitnya dikit kalau mencarinya dengan doa, usaha, iklas dan tawakal akan sangat berarti sekali dan memberi berkah. Memang uang bukan se-gala-2nya tapi segalanya memang perlu uang. Benul – Benar dan Betul, tapi saya tak habis pikir dengan para koruptor yang bisa dengan mudahnya memperoleh ber-milyar3 rupiah dengan gampangnya dengan segala tipu muslihatnya. Sementara rakyat kecil harus tulangnya dibanting, keringatnya diperas, untuk sekedar mencari sesuap nasi yang tak lebih dari beberaoa lembar ribuan rupiah.  Bagi koruptor yang kebanyakan penjabat,  mungkin punya motto: “Think Smart selagi Menjabat Don’t care about Rakyat apalagi Akherat”.  Kalau berurusan dengan hukum toh orang pada tahu KUHP =” Kirim Uang Hapus Perkara”. Sementara pembelanya punya motto: Maju Tak Gentar Membela yang Bayar. Lha Hakimnya?  oooo mudah… Hanya ada Uang Kalau ingin Menang. Perkara Jaksa … diaJak kalau nggak mau dipakSa.  Jadi kloplah… dengan banyak uang hasil korupsi gampang saja ngepyur sana ngepyur sini untuk membungkam pidananya. Para koruptor akan terus sulit diberantas, mereka punya kitab suci sebagai pegangan teori berkorupsinya. Judul bukunya adalah “Bagaimana meningkatkan cara berkorupsi secara effektif dan Efisien”. Apalagi didukung budaya birokrasi “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah” wah wah kalau sudah begini, ya ladang korupsi masih tinggi. Kalau sampai level Mafia….. welah sulit sulit dan sulit… karena Mafia artinya manusia fikiran aneh…. Nah siapa yang bisa berantas orang2 aneh ini sementara yang mberantas juga punya fikiran aneh juga….. Wah… wah saya cuma level rakyat jelatas… nggak sampai ke fikiran yang aneh.. Saya cuma berusaha dapat uang banyak yang halal. Mudah-2an Tuhan selalu membimbigku  dan teman2q di jalan yang diridloiNya. Salam tetap tertawa. Thanks.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: