Yogya bukan Istemewa tapi Super Istimewa

8 12 2010

YOGYA BUKAN ISTIMEWA TAPI SUPER ISTIMEWA

RAMAI-RAMAI penggugatan SOAL KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA membuat gerah dan resah warga Yogya. Yogya yang berhati nyaman, kini dibuat hatinya tidak nyaman dipicu oleh soal kemonarkhian Yogyakarta. Penyebutan kemonarkhian itu sendiri menyakitkan karena warga disini tidak merasa dibawah sistem monarkhi tapi seperti daerah lainnya yaitu propinsi yang dipimpin oleh seoarang  Gubernur nah keistiwaannya disini Gubernurnya adalah Sultan. Kalau bukan Sultan ya tidak istimewa lagi namanya. Ini fakta sejarah. Kalau ada pemilihan berarti pengingkaran terhadap HB IX dan keistimewaan Yogyakarta saat ikrar bergabung dengan NKRI. Kenapa sih sistem yang sudah baik disini harus diusik usik? Dimana spirit Kebineka Tunggal Ikaannya?

Alasan atas nama demokrasi boleh-boleh saja, toh sistem demokrasi juga tidak selamanya memberi kebaikan keadaan karena demokrasi pada prakteknya siapa yang ber-uang besar yang menjadi pemenang. Entah uangnya dari Portugal (para  broker tengkulak pemilik modal) atau Spanyol (separo nyolong) bukan soal. Disini, saat ini, omong kosong kalau suara rakyat adalah suara Tuhan karena sebagian  adalah suara rakyat suara uang (iming2). kalau ada (iming-iming) uang, rakyat baru milih. Suara Tuhan adalah suara keadilan. Dimana keadilan ditegakkan disitulah ketrentraman akan terjadi. Suara rakyat adalah suara Tuhan jika memang betul kalau faktor uang tidak ada karena milihnya pakai hati nurani dan otak bukan karena uangnya (iming-iming). Kelemahan demokrasi juga ada, coba bayangkan rakyatnya ada sepuluh orang terdiri dari maling kecu perampok,koruptor, jumlahnya ada 8 orang, 1 orang ulama dan 1 orang baik2. Dengan sistem demokrasi kedua orang ini pasti kalah suara. Dimana letak Tuhan disitu?

Demokrasi juga sarat kepentingan pihak tertentu. Cobalah tengok Palestina, ketika pihak barat memaksakan diadakan pemilu, dan rakyat Palestina melaksanakannya secara denokratis. Apa yang terjadi? Ternyata yang menang Hamas, pihak yang bukan yang dikehendaki Barat. Akhirnya kita tahu, pemerintahannya dibikin kolaps, rakyatnya jadi sengsara. Cobalah tengok sejarah Spanyol, ketika dipimpin diktator Juan Franco, justru rakyatnya menghendaki fasisme tetap berkuasa karena sang diktator telah membawa Spanyol kemakmuran, kemajuan, kedamaian dan ketenangan. Akhirnya sang Jendral ini malah megembalikan sistem ke model kerajaan (monarki)..

Marilah kita berpikir secara cerdas (encer ing endas) bukan otda (otak dangkal) bukan pekok (pikiran elek tur mbelok) dan bukan mafia (mabuk fikiran aneh) sebab jika tidak maka akan terjadi ruhlut kampul (rusuh kalut kacau dan amburadul) tatanan kemasyarakatan Yogyakarta yang sudah aman trentram damai.

Di dalam agama, jika kamu menanam kebaikan maka nantinya kamu akan memperoleh keutamaan (keistimewaan). Apa yang dibuat HBIX bagi kebaikan negara ini bukan main besarnya. Meskipun beliau berpendidikan barat (Belanda) beliau tetap orang Jawa. Artinya pola pikir beliau tidak berubah istilahnya tetap Jawani karena banyak orang yang berpendidikan barat pola-pikirnya terus kebaratbaratan atau yang lebih runyam lagi nggak pernah mengenyam pendidikan barat tapi polah tingkahnya lebih kebaratbaratan, lupa akar budayanya. Beliau HBIX ini lain sekali kalau tidak kita sebut istimewa. Menurut sejarawan, kalaulah berpikiran otda (otak dangkal) bisa saja beliau memproklamirkan Yogyakarta sebagai negara yang berdaulat dan itu berhak. Tapi beliau berpikiran jauh kedepan visioner memutuskan bergabung dengan RI yang baru diproklamirkan. Untuk mengisi kemerdakaan faktor pendidikan adalah hal penting dan universitas pertama didirikan di Yogyakarta adalah universitas Gajahmada dengan Kraton di Sitihinggil sebagai tempat perkuliahan mahasiswa. Kemudian dibuatlah gedung yang megah di Bulaksumur yang kesemua itu adalah tanah-tanah kraton. Belum lagi Rumah Sakit juga didalam beteng kraton tempatnya di Mangkuyudan sebelum kemudian dipindahkan ke RS Sarjito. Hasil pendidikan mahasiswa di Yogyakarta dengan nilai-nilai budaya di Yogyakarta mereka mewarnai kontribusi kehidupan bernegara negara kita. So, kalau tidak munafik KAGAMA mestinya bersikap dan bersuara, kenapa kok hanya diam saja?.
.
Kata Bung Karno JASMERAH (jangan sekali kali melupakan sejarah). Bung Karno tahu betul arti istimewa Yogyakarta dari berbagai segi bagi RI. Bahkan dari penuturan sesepuh yang saya ingat bahwa AMN/AKABRI didirikan di Magelang bukan tanpa alasan kok di kota ini. Petama karena Bukit Tidar adalah pakunya Jawa, yang kedua adalah dekat dengan kota Yogya sebagai kota pendidikan kota budaya dan sumbang sih dari UGM untuk memberi ilmu kepada para taruna AMN/AKABRI, Dalam konteks waktu, sumbangan Yogyakarta seperti ini luar biasa besar artinya..

Kata “Yogya” juga bermakna istimewa. Cobalah simak kata “seyogyanya” kan maknanya sebaiknya, seharusnya. Dan tidak ada kata sejakartanya, seacehnya, sepapuanya, semakasarnya, sepacitannya …. Disamping itu singkatan DIY juga berarti “Do It Yourself” artinya kan juga mengerjakan sendiri kan?

Pidato terkenal Presiden John F Kennedy, “Janganlah kamu bertanya apa yang negara berikan kepada kamu, tapi tanyalah kepadamu apa yang bisa berikan kepada negaramu”. Pidato ini sepertinya mencontoh apa yang telah HB IX berikan kepada negara kita.

Well, saat ini warga Yogya sedang Bangkit. Bangkit mengatasi bencana dan bangkit mempertahankan keIstimewaan Yogyakarta karena rupanya Jasmerah sudah tidak diperdulikan lagi oleh Jasbiru. Serta warga mengendus ada faktor faktor lain. Entah karena pengalihan isu atau karena memakai jasbiru lainnya. Walahualam. Mudah-mudahan Yogya tetap berhati nyaman.


Actions

Information

2 responses

10 12 2010
edo

mencerahan dan menyegarkan …ijin share ya pak …hatur nuhun

12 02 2011
andi

injih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: