Mbak Mega bisa melucu

22 12 2008

Dalam acara Kick Andy yang disiarkan Metro TV baru-baru ini, mbak Mega mbak_megatampil sebagai bintang tamu yang istimewa. Di dalam wawancara dengan Bung Andy sang pembawa acara, mbak Mega tidak hanya ingin menunjukkan siapa dirinya tapi juga sarat dengan kata-kata yang bersayap, kata-kata yang menohok lawan politiknya, kata-kata yang memberi pelajaran politik bangsa dan tak hanya itu, beliau juga bisa melucu untuk mencoba menyaingi Gus Dur yang memang jago dalam hal seperti ini.

Karena isu jenjang pendidikan merupakan salah satu isu untuk syarat pilpres yang dihembuskan oleh kubu non Mega, dimana hal itu merupakan kelemahan mbak Mega yang notabene tidak tamat S1, maka beliau perlu buka suara dalam talk show tsb. Beliau mengutarakan pengalaman sewaktu menjadi mahasiswi UNPAD. Beliau masuk ke sana karena pilihan dan kemampuan dirinya bukan karena faktor orang tua. IPB waktu itu juga menerimanya. Jelas yang mbak Mega  maksudkan adalah anti KKN.

Sewaktu jadi mahasiswi, beliau aktif di organisasi kemahasiswaan yaitu GMNI.  Dan ketika tahun 1965 sedang marak-maraknya gerakan mahasiswa, GMNI terpecah jadi dua kubu,  PNI Asu dan PNI non Asu. Mbak Mega tetap pada pendirian satu GMNI dengan menghimbau kembali kepada AD ART GMNI, tapi karena beliau disuruh menandatangani (mungkin disuruh milih ke salah satu GMNI) maka karena keyakinannya beliau menolaknya. Sampai-sampai rektornya juga menyarankan tandatangani saja. Melihat kenyataan seperti itu, mbak Mega keluar dari Unpad. Nah ketika  pulang, ditanya ada apa oleh Bung Karno, mbak Mega menceritakan apa yang terjadi di Unpad. Apa reaksi Bung Karno? dia menepuk-nepuk punggung mbak Mega sambil berkata: “Nah, ini baru anak Sukarno!” … penonton pada ketawa.

Ketika jadi Presiden beliau cerita bahwa beliau ketemu dengan dosen-dosennya yang pada waktu itu ia masih mahasiswi dan sekarang sudah berderet-deret gelarnya. Mbak Mega bilang: “Kalau saya tidak keluar mungkin saya tidak jadi Presiden”. Penonton pada ketawa.

Mbak Mega juga melucu saat tanya pada Gus Dur apa ciri-ciri dari PDIP dan NU, jawab Gus Dur, dua-duanya salah omong. Massa PDIP saat mengelu-elukan kedatangan Mbak Mega bilang kalau mereka siteris (mangsudnya “histeris”). Sementara saat kantor cabang NU saat diresmikan oleh Gus Dur, pengurus NU melaporkan bahwa gedung itu masih kurang eternit . Lha Gus Dur bingung eternit yang mana? mereka menjawab itu lho yang ada di kotak komputer, Gus!. Ooo mangsudnya Internet .

Yang lebih lucu adalah kesan Bp. Hasyim Muzadi terhadap mbak Mega dan Gus Dur. beliau bilang kalau kedua-duanya sama-sama sulit. Yang satu sulit untuk bicara sementara Gus Dur sulit untuk diam . Lagi-lagi penonton pada grrrrr.


Actions

Information

One response

25 12 2008
edy sasongko

gimana ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: