Fenomena Bush dan Obama

14 12 2008

Nama George Bush (lafal orang Jawa mengatakan “gedebus” artinya suka bohong) seolah benar ketika  menyerang Irak alasannya adalah kepemilikan senjata pemusnah masal yang ternyata tidak terbukti keberadaannya. Publik menilai bawa tujuannya memang jelas untuk menumbangkan Sadam Husein. Di pemilu berikutnya George Bush juga menang.

Kini mayoritas masyarakat AS sudah tersadar akan dampak kebijakan pemerintahannya setelah krisis finansial melanda negeri itu dan imbasnya ke seluruh dunia. Naiknya George Bush  jadi presiden periode pertama kalinya juga diwarnai ke- kontroversial-an.   Suara rakyat (popular votes) kalah dari Al Gore pesaingnya. Sementara suara pemilih (electoral votes) cuma menang 1 (satu) suara saja. Kemenangannya ditentukan oleh Mahkamah Agung.

Untungnya pesaingnya Al Gore seorang yang legowo, tidak memaksa menuntut kekuasaan demi alasan menyelamatkan demokrasi. Kalo pemimpin di Indonesia kayak dia tak akan terjadi kerusuhan seperti yang timbul di Maluku Utara, Sulsel dan daerah-daerah lainnya. Mudah-mudahan tidak di Jatim. Hikmahnya untuk Al Gore namanya terus bersinar dengan kampanye Global Warming, dapat hadiah Nobel perdamaian sementara George Bush akan meninggakan kekuasaannya dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan, namanya dihujat di seluruh dunia. Calon presiden dari kubu partainya McCain dan Sarah (orang Jawa bilang Makin Parah ) juga kena imbasnya kalah telak dengan pendatang baru Barack Husein Obama.

Lha Barack Husein Obama ini beda amat dengan background  George Bush. Ia menang telak di hampir semua negara bagian. Rakyat Amerika memilih tanpa embel-embel Ras lagi. Ia berkulit hitam, ia tidak murni Amerika tulen karena ayahnya orang Kenya disambung ayah Indonesia. Namanya ada Muslimnya (Husein), Dunia mengelu-ngelukannya dan banyak berharap padanya. Lucunya musuh utama Amerika Osama Bin Laden namanya mirip yang menggantikannya Obama  Bidden . Kalo George Bush mengirim tentara ke Irak, lha Obama program kampanyenya menarik tentara dari Irak sesuai dengan namanya Back to Barack . Obama juga istilah lain dari sayang istri, baca: ‘Obah, Ma’ Gedung Putih (White House) mustinya dirubah Gedung Hitam karena dari dulu penghuninya semua berkulit putih, baru kali inilah penghuninya berkulit hitam.  TUHAN MAHA ADIL.  Moga-moga dengan Obama dunia makin lebih baik dan romantisme dengan Indonesia masih melekat dihatinya. Semoga dunia lebih damai. Salam dari Yogya.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: