Bupati alias Buka Paha Tinggi-tinggi

3 12 2012

Ternyata singkatan itu,  beberapa kali ditulis di Blog ini, ada kandungan filosofisnya. Kalau tidak hati-hati ya bisa tergoda dengannya, bahkan bisa terjerumus ke perkawinan dengan modus operasi senyap alias diam-diam.  Menceraikannya pun juga sangat simple cukup dengan sistem online.   Beres!!! Welah kok enak banget.  Pemangku bupati omongannya mustinya lurus, konsisten, tidak mencla mencle. Inilah contoh salah tapi selalu mencoba menutupi kesalahannya.  Pembenarannya pun aneh, tak etis, menggelikan, tak masuk akal, tak logis, sok agamis,  sok tahu aturan tapi ndobos bos. Perkawinan kok dianalogikan dengan jual beli barang. Pokoknya sulit dinalar dari sudut pandang manapun. Tapi kok bisa terpilih jadi pemimpin ya?.

Aneh bin ajaib kok tidak malu ya dengan jawaban-jawaban yang dilontarkannya? kan itu membuka aib. Jangan-jangan pola semacam ini sudah sistemik di lingkungan orang yang punya kuasa dan  punya duit. Terus terang aku jadi bingung fenomena yang tak lazim ini mencuat dan menjadi perbicangan khalayak ramai. Ada pepatah Jawa yang dipelintir disini: “Sak bejo bejo ne wong kang paling bejo yoiku wong sing eling lan waspodo” dimaknai “Eling yen duwe bojo, waspodo yen bojone ngerti”.  Orang yang suka memelintir pepatah Jawa itu biasanya orang yang sering “ngaceng”.  Dalam bahasa Jawa kata “ngaceng” berarti “kaku” atau “berdiri” kalau melihat (bukan tanya)  rumput yang bergoyang.





Kalau Artis ikut Pilpres 2014

29 11 2012

Kebetulan saya baca koran harian Kedaulatan Rakyat atau KR edisinya lupa karena ujudnya nggak lengkap saat nungguin giliran potong rambut. Disitu di kolom “Sungguh-sungguh terjadi” ada tulisan yang menarik, begini kira-kira tulisannya: “Sekarang ini artis-artis Indonesia getol terjun ke dunia politis karena merasa namanya sudah populer. Entah jadi bupati, gubernur, wakil bupati, wakil gubernur, walikota, wakil walikota, dst. Yang menarik jikalau ada artis yang memenangi pilpres 2014 nanti maka ketika jadi Presiden komposisi kabinetnya akan seperti ini:

  • Menteri Hukum dan HAM:  Kristin Hakim
  • Menteri Kelautan:  Tukul Arwana
  • Menteri Pertahanan: Meriam Belina
  • Menteri Dalam Negeri:  Parto Tegal
  • Menteri Kehutanan:  Tarzan
  • Menteri Pendidikan:  Ki Joko Bodo
  • Menteri Peranan Wanita:  Ayu Ting Ting (mewujudkan para wanita tetap ayu ting ting)
  • Menteri BUMN:  Yulia Perez  (supaya BUMN tidak diperes peres)
  • Menteri Pertanian:  Zaskia Shinta (supaya semakin banyak peternak itik)

 





Jogja Gangnam Style

5 10 2012

Setelah flash mob di Bundaran HI, kini muncul video parodi Gangnam Style yang berlokasi di Yogyakarta. Setidaknya ada beberapa titik lokasi yang dipakai untuk membuat klip tersebut: Benteng Vredeburg, Malioboro, Alun-Alun Utara, Alun-Alun Selatan, dan perempatan Kantor Pos (titik nol kilometer).

Jogja Gangnam style

Ini detil lirik:

Iki Jowo Style!
Ireumi.. moaseyo annyeong haseyo gomawoeyo
eotteoseyo masitge deuseyo bulan haeyo
mian heyo, usu osseo Iki opo too?? Apayo?!!
Yen meh sinau bahasa Korea ora popo
tapi yen mung nggo nggaya malah dadi nyusahno
Mungkin demam artis Korea remaja tekan dewasa
pengin nonton konser mereka

Aku wong Jowo
senajan raiso
koyo ngono (hey.. !)
nggaya ngono (hey.. !)
nanging ayo podho
njogo budoyo
ben ra gelo (hey!)
ben ra leno (terlena) (hey!)
Sopan.. ramah tamah.. lembut.. ora semrawutt.. wutt.. wuttt.. wuuutttt..
Iki Jowo Style!
Heeeei aku wong Jowo
Iki Jowo Style!

Dimulai soko lagu, filem hingga sinetron
rambut klambi Korea mungkin digandrungi cah nom
tapi santun berpakaian jangan dilupakan
ojo ngasi kebablasan.. .
Heladalah! yen nggo biasaan iso dadi masalah
iso dadi lemah akidah lali ngibadah
wis ayo cah kono kabeh podho ngaji sik
iku lewih becik
ndewe wong Jowo nduwe budhoyo..
toto kromo.. (hey!)
taat agomo.. (hey!)
Ayo podho-podho njogo budhoyo
ben ra gelo (hey!)
ben ra leno (Hey!)
Sopan, ramah tamah, lembut ora semrawutt.. wutt wutt wuttttt!
Iki Jowo Style! Jowo Style
Heeiiiiy.. aku wong Jowoo..
Asli Sragen kono.
Iki Jowo Style!

Untuk Download ke blok fadhiilrahman.net





Tak ada kata untuk menggambarkan sesuatu yang tak nyata

26 09 2012

Satu gambar nyata bisa  mewakili sejuta kata.  Apa benar ya? No comment.

Gambar from facebook mas omar

 





MENGAPA JOKOWI – AHOK MENANGI PILGUB DKI?

25 09 2012

Seperti motto olimpiade “Citius Altius Fortius.” yang kita kenal, yang bermakna “Lebih Cepat, Lebih Tinggi, Lebih Kuat”. Semua peserta mengupayakan semangat itu maka kalau ada peserta yang neko-neko akan didiskualifisir seperti model bulutangkis gajah oleh PANWASOL (panitia pengawas olimpiade).  Untunglah meskipun neko-neko itu juga terjadi di kompetisi pilgub dki ini.. tak ada yang sampai didiskualisir oleh PANWASLU.

Jokowi

photo by harianterbit.com

Nah dalam kompetisi pilgub dki ini kayaknya untuk Jokowi-Ahok (JKA) lebih pas kalau motto yang dipakai adalah “Aku datang, aku serang, aku menang”. Ini mungkin yang dimaksud oleh Jokowi sebagai kejutannya semut melawan gajah yang dimenangkan semut. Bagaimana tidak? datang dari daerah kecil, dikepung dan dikeroyok oleh gajah-gajah besar, di-underestimate-kan sebagai “kurang ahli masalah dki”,  dizolimi (dikuyo-kuyo kanan kiri), intimidasi, isu sara, dll. tetapi dengan motto olimpiade “cepat” menarik simpati, semangat “tinggi” mendatangi lapisan bawah dan “kuat” menahan tohokan dari segala sisi. 2 (dua) putaranpun unggul tak tersaingi.

Nah, kenapa bisa itu terjadi?

  •  1. Semut vs Gajah

a. JKA pasti tahu kalau semut melawan gajah yang menang pasti semut. Sebab gajah bisa kesemutan, semut tidak bisa kegajahan.

ahok

photo by chirpstory.com

2. Semut kalau berjalan selalu kompak… berbaris urut satu per satu tanpa ada yang menyalip. Rombongannya juga lebih banyak dibandingkan dengan gajah. Semut ada dimana-mana sementara gajah hanya di hutan, Kebun Binatang atau di sirkus yang berkumpul sama badut badut.

  •  2. Faktor nama:

Jokowi diartikan dalam bahasa jawa “ojo koyo wingi” yang menandakan perubahan untuk sekarang. sementara kubu Foke  apa boleh sudah diindentikan oleh peserta lain dengan kumis, “kumuh dan miskin” dan term ini sah-sah saja dipakai toh media dan pemerintahpun sering menyebut Raskin sebagai beras miskin. Anggota DPR bilang golongan sadikin – sakit sedikit miskin -. So apa yang salah mengistilahkan nama?

  • 3. Figur

JKA mengatakan bahwa pilgub ini sebagai usaha yang teramat amat amat amat sulit tapi pasangan ini bisa membungkusnya dengan rapi. Publik melihatnya seperti santai tertawa-tawa tapi membumi. Penampilannya lugu dan sederhana jauh dari tebar pesona.  Sementara lawannya kelihatan serius, tegang dan tidak membumi bahkan ada kesan melecehkan pasangannya …haiyaa.. ahok.

photo by solopos.com

  • 4. Branding -

Baju kotak-kotak vs Kumis. Nah ini sungguh luar biasa smart. Baju kotak-kotak.sebagai simbolnya JKA. Orang yang kebetulan memakai baju kotak2 yang tidak sama pun bisa saja dianggap simpatisannya.  Serangan kalau kotak-kotak membuat masyarakat akan terkotak-kotak, justru dibalik oleh JKA masyarakat yang terkotak-kotak itu akan dirajut dan dipersatukan. Baju kotak-kotak bisa dipakai oleh siapapun lintas gender tapi kumis hanya orang-2 tertentu saja yang punya kesannya non gender, egois, individualistis.

  • 5. Rekam Jejak

Memang tidak bisa diperbandingkan antara Solo dan Dki apalagi dengan Bangka Belitung, DKI jelas lebih kompleks, lebih berat, lebih rumit pokoknya lebih.. Tapi apa boleh buat para pemilih dki adalah penentu. Mereka melihat kenyataan yang terjadi, jalanan macet sementara tiang pancang monorel untuk mengatasi kemacetan terbengkalai bak monumen. Pemilih tidak melihat alasannya kenapa? yang dikeluhkan adalah kemacetannya dan pemimpinnya. Nah JKA punya sederet prestasi yang sudah  terbukti dan terpublikasi di mass media dan televisi meskipun belum tentu bisa berprestasi di dki tapi kan masyarakat dki di kepalanya sudah tergambar dengan prestasi jokowi dan bisa berharap dengan pasangan ini?

  • 6. Hobi

Inilah hebatnya Jokowi. Ia betul-betul hebat merangkul massa tua maupun muda. Bisa jadi menyebut hobinya musik cadas atau metal dipakai sebagai strategi menarik simpati kaum muda yang omzet pemilihnya banyak. Misal dengan menyebut dan memperlihatkan kaset metalica, ironmaden, led zeppelin. Menemui group band Slank Di lain pihak dia juga penggemar berat Bang Haji Rhoma Irama, dia bilang hapal semua lagu-lagu bang haji seperti darah muda, begadang.  So, penggemar musik keras dan dang dut akan bersimpati dengannya.  Sementara untuk Foke tak jelas hobi musik favoritnya apa lenong jakartakah, dang dutkah, musik cadaskah? I think kubu Foke kurang piawai soal kecil ini.

  • 7. Keahlian

Foke ahli transportasi.kenyataannya kemacetan menjadi keluhan warga dki
Jokowi ahli komunikasi kenyataanmya memang bisa mensolusi problem sosial warga surakarta. So, siapa yang betul-betul ahli?

  • 8. Faktor JK

Majunya Jokowi ke DKI tak lepas dari peran dan dukungan JK. JK sendiri menyamakan sebutan namanya sama dengan Jokowi sama-sama JK. Tokoh Golkar ini suka atau tidak suka, senang atau tidak senang membuat simpatisan/kader Golkar atau penggemar JK bisa jadi banyak yang nyebrang ke Jokowi.

  • 9. Problem Incumbent

Dimanapun dan siapapun yang namanya pemegang kekuasaan atau incumbent akan selalu dikritisi oleh golongan menengah keatas. Yang paling bisa merasakan kemacetan di dki adalah mereka-mereka ini karena kesehariannya pakai roda dua atau roda empat

Anyway, itu analisis dari angle berbeda – non empirik dari Mati Ketawa ala Jogja. siapapun boleh setuju atau tidak setuju. boleh tertawa boleh cemberut, terserah anda semua.  Sebagai penutup saya kutipkan kata-kata bijak mantan presenter yang saya lupa namanya:

“Adalah baik menjadi orang Penting tapi jauh lebih penting menjadi orang Baik”.

Mudah-mudahan Jokowi Ahok meskipun kini jadi orang penting tetap menjadi orang baik.  SELAMAT





Cinta Nenek kepada Kakek

7 01 2012

Untuk menyambut tahun baru 2012, seorang nenek ingin memberikan kejutan atau surprise kepada sang kakek (mangsudnya suami sang nenek itu bukan kakeknya si nenek) yaitu dengan berdandan sedikit seksi. Lalu ia menghampiri suaminya (sang kakek) lalu berkata:”Gimana yayang dadananku?”. Jawab kakek: “Haiiya pakaian opo kuwi, mbok ra sah neko-neko biasa wae!”. Karena kejutannya kurang ditanggapi sesuai harapan sang nenek, maka ia tidak tinggal diam … malah ia pakai pakain lebih seksi lagi, yaitu pakai daster dari kain yang tembus pandang.  EEee dasar kakek tak tahu diri dengan maksud si nenek, ia bilang: “Pakaian opooo kuwi maneh…. “. Karena jengkel, akhirnya sang nenek menghampiri sang kakek tanpa sehelai bajupun alias bugil sambil bilang: “Gimana….kalau gini?”. Jawab kakek: “Mbok pakaiannya diseteika dulu kok tampak kisut-kisut gitu to?”.  Jawab sang nenek: “oooalah …. dasar katarak pakne…”.





Angka Unik di Tahun 2011

14 10 2011

Teman saya yang tinggal di Belanda namanya Pak Chris Soebroto yang juga owner Indonesia-ok.com menulis di Facebook sebagai berikut:

Van iemand uit Indonesië: er zijn dit jaar verschillende mooie datumcombinaties met het getal 1: 1/1/11, 11/1/11, 1/11/11 en natuurlijk 11/11/11. Dit jaar heeft voor elk van ons ook een 111. Kijk maar: neem de laatste twee cijfers van je geboortejaar. Tel daar de leeftijd bij die je dit jaar bereikt en hopsakee! Het werkt alleen in 2011.
En er is meer: oktober 2011 heeft 5 zaterdagen, 5 zondagen en 5 maandagen. Dat schijnt maar eens in de 823 jaar voor te komen.

“Tahun ini akan ada 4 tanggal yang jarang ditemui dalam setahun yaitu 1/1/11, 11/1/11, 1/11/11, 11/11/11, bukan cuma itu , ambil dua angka terakhir tahun kita dilahirkan dan tambahkan dengan umur kita pada tahun ini, hasilnya adalah 111 untuk semua orang, Pada bulan Oktober akan ada 5 x hari minggu, 5 x hari senin dan 5 x hari sabtu, ini hanya akan terjadi 1 x setiap 823 tahun.”

Temuan Pak Chris diatas, telah saya cek dengan kalkulator dan kalendar, ternyata hasilnya benul (benar dan betul). Ya semoga angka 823 hanya sekedar  angka karena kalau dijumlahkan menjad 13 yang merupakan angka sial bagi sebagian orang yang percaya dengan klenik.  Tapi uniknya di negara-negara barat yang mengedepankan rasionalitas –  tidak ada kamar hotel disana yang bernomor 13. Umumnya setelah 11, 12, 14, dst.  -. Ya sumoggo believe it or not. Boleh believe, boleh it, boleh or,  boleh not.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.